Friday, June 26, 2009

Apakah Dia Kunci-Kunci Syurga Itu?

Untuk menjawab persoalan ini, mari kita ikuti satu kisah benar yang terjadi di antara seorang pemuda Muslim dan seorang paderi Katolik.

Kisah ini menyimpan banyak rahsia besar. Rahsia yang menyingkap apakah silibus yang diajar kepada setiap paderi Katolik di Vatikan.

Dan apakah fungsi Al-Quran di dalam altar khas di Perpustakaan Vatikan. Ada seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan pengajiannya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan dia mampu mendalaminya. Selain belajar, dia juga seorang juru dakwah Islam.

Ketika berada di Amerika, dia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah s.w.t. memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar dia turut masuk ke dalam gereja. Mula-mula dia keberatan, namun kerana desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.

Ketika paderi masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu, si paderi agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang Muslim. Aku harap dia keluar dari sini." Pemuda Arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Paderi tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun dia tetap tidak bergerak dari tempatnya.

Hingga akhirnya paderi itu berkata, "Aku minta dia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya." Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang paderi, "Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang Muslim?" Paderi itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu."

Kemudian dia beranjak hendak keluar.

Namun, paderi ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan sekaligus mengukuhkan agamanya. Pemuda Muslim itupun menerima tentangan debat tersebut.

Paderi berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat." Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silakan!"

Sang paderi pun mulai bertanya, "Sebutkan satu yang tiada duanya, dua yang tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya, empat yang tiada limanya, lima yang tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya, tujuh yang tiada lapannya, lapan yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada sepuluhnya, sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, sebelas yang tiada dua belasnya, dua belas yang tiada tiga belasnya, tiga belas yang tiada empat belasnya."

"Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!"

"Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?"

"Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam syurga?"

"Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?"

"Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!"

"Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diazab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?""Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diazab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?"

"Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!"

"Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?"

Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah.

Setelah membaca Bismillah dia berkata,

-Satu yang tiada duanya ialah Allah s.w.t..

-Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang. Allah s.w.t. Berfirman, "Dan Kami jadikan malam Dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)." (Al-Isra': 12).

-Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.

-Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an.

-Lima yang tiada enamnya ialah solat lima waktu.

-Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Allah s.w.t. menciptakan makhluk.

-Tujuh yang tiada lapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah s.w.t. Berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).

-Lapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy Ar-Rahman. Allah s.w.t. Berfirman, "Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada Hari itu lapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).

-Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu Dan belalang.

-Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah s.w.t. Berfirman, "Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat." (Al-An'am: 160).

-Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf.

-Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mu'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, "Pukullah batu itu dengan tongkatmu." Lalu memancarlah daripadanya dua belas Mata air." (Al-Baqarah: 60).

-Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah Saudara Nabi Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.

-Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Subuh. Allah s.w.t. berfirman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. " (At-Takwir: 18).

-Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.

-Mereka yang berdusta namun masuk kedalam surga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barangkami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, "tak ada cercaan terhadap kamu semua." Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagi muka pada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ." (Yusuf:98)

-Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keldai. Allah s.w.t. berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keldai." (Luqman: 19).

-Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.

-Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diazab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah s.w.t. berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (Al-Anbiya': 69).

-Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diazab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ashabul Kahfi (penghuni gua).

-Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah s.w.t. "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).

-Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.

Paderi dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda Muslim tersebut. Kemudian dia pun mula hendak pergi. Namun dia mengurungkan niatnya dan meminta kepada paderi agar menjawab satu pertanyaan saja.

Permintaan ini disetujui oleh paderi. Pemuda ini berkata, "Apakah kunci syurga itu?" mendengar pertanyaan itu lidah paderi menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Dia berusaha menyembunyikan kebimbangannya, namun tidak berhasil.

Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun dia cuba mengelak. Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya dia jawab, sementara dia hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!"

Paderi tersebut berkata, "Sesungguh aku tahu jawapannya, namun aku takut kalian marah." Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda."

Paderi pun berkata, "Jawapannya ialah: Asyhadu An La Ilaha Illallah Wa Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah."

Lantas paderi dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda Muslim yang bertakwa.


(Di petik dari Mausu'ah al-Qishash al-Waqi'ah)

Janji dan Sumpah Iblis Terhadap Wanita

Iblis laknatullah membisikkan kepada para wanita bahawa apa jua pakaian termasuk hijab tidak ada kaitannya dengan agama, sebaliknya ia hanya sekadar pakaian atau gaya hiasan.

Apabila seorang wanita masih bertahan dengan prinsip hijabnya, maka syaitan beralih dengan strategi yang lebih halus.

Bagaimanakah caranya?

1. Membuka Bahagian Tangan

Kebiasaannya telapak tangan sudah terbuka, maka syaitan membisikkan kepada para wanita agar ada sedikit peningkatan fesyen, iaitu membuka bahagia hasta (siku hingga telapak tangan).

"Ah!Tidak apa-apa, kan masih pakai tudung dan pakai baju panjang."Begitu bisikan syaitan. Akhirnya si wanita menampakkan tangannya dan ternyata para lelaki melihatnya juga seperti biasa. Maka syaitan berbisik, "Hah,tak apa-apa kan?"

2. Membuka Leher dan Dada

Setelah menampakkan tangan menjadi kebiasaan, maka datanglah syaitan untuk membisikkan perkara baru lagi.

"Kini buka tangan sudah menjadi lumrah, maka perlu ada peningkatan fesyen yang lebih maju lagi, iaitu terbuka bahagian atas dada kamu, tetapi jangan sebut sebagai pakaian terbuka, hanya sedikit untuk mendapatkan hawa agar tidak panas. Cubalah! Orang pasti tidak akan peduli kerana sebahagian sahaja yang terbuka."

Maka dipakailah pakaian fesyen terbaru yang terbuka bahagian leher dan dadanya dari fesyen setengah lingkaran hingga fesyen berbentuk "V".

3. Berpakaian tapi Telanjang

Syaitan berbisik lagi, "Pakaianmu hanya begitu-begitu saja, cubalah fesyen yang lebih bagus! Banyak kain yang agak tipis, lalu bentuknya dibuat agak ketat biar lebih indah dan cantik dipandang.

"Maka tergodalah si wanita. "Mungkin tidak ada masalah, kan potongan pakaiannya masih panjang, hanya bahan dan fesyennya sahaja yang berbeza, agar nampak lebih feminin," begitu syaitan menokok-nambah. Maka, jadilah mereka wanita yang disebut oleh Nabi s.a.w sebagai kasiyat 'ariyat (berpakaian tapi telanjang).

4. Agak Terbuka Sedikit

Setelah para muslimah mengenakan pakaian yang ketat, maka syaitan datang lagi.

"Pakaian seperti ini membuat susah berjalan atau duduk, kerana sempit, kan lebih baik dibelah hingga lutut atau mendekati peha? Dengan itu kamu lebih selesa." Lalu dicubalah idea baru itu, dan memang benar dengan dibelah mulai dari bahaian bawah hingga lutut atau mendekati peha ternyata lebih selesa dan mudah untuk duduk atau menaiki kenderaan.

5. Tudung Semakin Kecil

Kini syaitan melangkah dengan tipu daya lain yang lebih "power". Tujuannya adalah agar para wanita menampakkan bahagian auratnya. "Oh, ada yang terlupa! Kalau kamu pakai baju sedemikian, maka tudung yang besar tidak sepadan lagi. Sekarang kamu cari tudung yang lebih kecil agar serasi dan sepadan. Orang tetap akan menamakannya tudung."

6. Terdedah

Si wanita ternyata selesa dengan fesyen baru yang dipakainya seharian. Syaitan datang memberi idea lagi. "Rambutmu sangat cantik. Bukankah lebih selesa jika tudungmu dilepaskan.

Kamu bebas mencuba fesyen rambut yang pelbagai. Malah, kamu boleh mewarnakan mengikut warna yang kamu suka supaya kelihatan lebih menawan."

Maka, sekali lagi syaitan berjaya mempengaruhi si wanita supaya mendedahkan rambutnya.

7. Membuka Seluruh

Syaitan kembali berbisik, "Kalau langkah kakimu masih kurang selesa, maka cubalah kamu cari fesyen yang lebih menarik. Bukankah kini banyak skirt separuh betis dijual di pasaran? Tidak usah terlalu terdedah, hanya kira-kira 10 sentimeter sahaja. Nanti kalau kamu sudah biasa, baru cari fesyen yang di atas paras lutut"

Benar-benar bisikan syaitan telah menjadi penasihat peribadinya. Maka terbiasalah dia memakai pakaian terdedah. Terkadang si wanita berfikir, apakah ini tidak bersalahan dengan agama? Namun bisikan syaitan menyahut, "Ah, jelas tidak bersalahan. Kan sekarang zaman sudah semakin moden. Kamu hanya mengikut arus fesyen masa kini."

"Tetapi, apakah ini tidak menjadi fitnah bagi kaum lelaki?" hati si wanita curiga.

"Fitnah? Ah, kalau kaum lelaki melihat bahagian tubuh wanita yang terbuka, malah senang dan mengatakan ooh atau wow, bukankah ini bererti sudah tidak ada fitnah lagi, kerana sama-sama suka?" syaitan menghasut.

Begitulah sesuatu yang seakan-akan mustahil untuk dilakukan. Namun syaitan tidak pernah berhenti membisikkan hasutan-hasutan jahat sehingga ke saat kematian seorang anak Adam itu. Hingga pada suatu ketika nanti akan muncul idea untuk mandi di kolam renang atau di pantai secara terbuka, di mana hanya dua bahagian sahaja yang ditutupi iaitu kemaluan dan buah dada!!!

Ingatlah, syaitan laknatullah hanya pandai menjanjikan kita dengan janji-janji palsu yang halus dan memikat, janji untuk keseronokan dunia, tetapi sebenarnya janji itu palsu dan racun yang mematikan! Nauzubillah...

Monday, June 22, 2009

Cerita Pengemis Dan Isteri Cantik

Pada suatu hari, ketika sepasang suami isteri duduk makan. Diruang tamu, datang seorang pengemis berpakaian lusuh meminta belas kasihan mereka. ''Tolonglah Encik ,saya lapar ,sejak semalam tidak menjamah sesuap nasi.''Dengan muka bengis,si suami sambil menjeling isteri yang cantik terus menghalau dan menengking si pengemis itu . Dalam hatinya berkata ''Aku membina perniagaan hingga berjaya bukan untuk orang lain,tapi untuk diri dan keluargaku.'' Si isteri tidak dapat berbuat apa-apa dengan sikap suaminya walaupun dalam hatinya ada niat untuk bersedekah.

Beberapa tahun kemudian, perniagaan si suami jatuh muflis dan dia menjadi miskin. Dia terus menceraikan isterinya kerana tidak mahu isterinya turut menderita sepertinya. Setahun kemudian, isterinya yang masih cantik itu berkahwin pula dengan lelaki lain. Pada suatu hari, sedang si isteri dan suami barunya mengadap makanan, tiba-tiba seorang pengemis mengetuk pintu sambil meminta belas kasihan. Mendengar rayuan pengemis itu, si suami menyuruh isterinya menghidangkan sepinggan nasi berlaukkan seperti yang mereka makan. Setelah memberi sepinggan nasi kepada pengemis, si isteri menangkup muka sambil menangis.

Si isteri mengadu, si pengemis itu sebenarnya adalah bekas suaminya yang dulu pernah menengking seorang pengemis . Suami yang baru itu menjawab dengan tenang : ''Demi ALLAH ,akulah pengemis yang dihalau dan ditengking itu .

RASULULLAH S.A.W Bersabda: ''Sedekah itu dapat menutup 70ribu kejahatan''.

Anas Malik pula meriwayatkan bahawa NABI MUHAMMAD S.A.W ada bersabda yang bermaksud ; ''Barang siapa mempunyai harta, maka bersedekahlah dia dengan kekayaanmu. Barang siapa yang mempunyai ilmu, maka sedekahlah dengan ilmunya dan barang siapa yang mempunyai tenaga bersedekahlah dengan tenaganya''.

p/s: CERITA INI MEMBERI PENGAJARAN BAHAWA HIDUP KITA SEPERTI PUTARAN RODA DAN TIDAK SELALUNYA DI ATAS .ADA MASA DAN KETIKANYA KITA AKAN TURUN DAN KE BAWAH DAN NAIK SEMULA ATAU SEBALIKNYA .

11 Jenis Manusia Didoa Malaikat

PERCAYA kepada malaikat adalah antara rukun iman. Ada malaikat yang ditugaskan berdoa kepada makhluk manusia dan sudah tentu seseorang yang didoakan malaikat mendapat keistimewaan. Dalam hidup, kita sangat memerlukan bantuan rohani dalam menghadapi ujian yang kian mencabar. Bantuan dan sokongan malaikat sangat diperlukan.
Ketika kita menghadapi masalah, kerumitan, keperluan dan bimbingan, bukan saja kita perlukan kekuatan doa dari lidah, tetapi juga sokongan malaikat. Antara orang yang mendapat doa malaikat ialah:
1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:
"Sesiapa yang tidur dalam keadaan suci, malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa: "Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan kerana tidur dalam keadaan suci."
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu solat.
Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya:
"Tidaklah salah seorang antara kalian yang duduk menunggu solat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali kalangan malaikat akan mendoakannya: 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia.'"

3. Orang yang berada di saf depan solat berjemaah.
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:
"Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat-Nya berselawat ke atas (orang) yang berada pada saf depan."
4. Orang yang menyambung saf pada solat berjemaah.
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:
"Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat selalu berselawat kepada orang yang menyambung saf."
5. Kalangan malaikat mengucapkan 'amin' ketika seorang imam selesai membaca Al-Fatihah.
Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya:
"Jika seorang imam membaca...(ayat terakhir al-Fatihah sehingga selesai), ucapkanlah oleh kamu 'aamiin' kerana sesiapa yang ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, dia akan diampuni dosanya yang lalu."
6. Orang yang duduk di tempat solatnya selepas melakukan solat.
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:
"Kalangan malaikat akan selalu berselawat kepada satu antara kalian selama ia ada di dalam tempat solat, di mana ia melakukan solat."
7. Orang yang melakukan solat Subuh dan Asar secara berjemaah.
Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya:
"Kalangan malaikat berkumpul pada saat solat Subuh lalu malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga Subuh) naik (ke langit) dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. "Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu solat Asar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga solat Asar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal lalu Allah bertanya kepada mereka: "Bagaimana kalian meninggalkan hamba-Ku?" Mereka menjawab: 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan solat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan solat, ampunilah mereka pada hari kiamat.' "

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa pengetahuan orang yang didoakan.
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:
"Doa seorang Muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa pengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, malaikat itu berkata 'aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.'"
9. Orang yang membelanjakan harta (infak).
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:
"Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali dua malaikat turun kepadanya, satu antara kedua-duanya berkata: 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak...'"
10. Orang yang sedang makan sahur.
Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya:
"Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat-Nya berselawat kepada orang yang sedang makan sahur."
11. Orang yang sedang melawat orang sakit.
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:
"Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70,000 malaikat untuknya yang akan berselawat kepadanya di waktu siang hingga petang dan di waktu malam hingga Subuh."
p/s: Semoga kita tergolong dalam golongan yang didoakan oleh malaikat. Insyaallah.

Monday, June 15, 2009

Tokoh : ABU HANZALAH BIN AR RABIE

Salah seorang sahabat serta jurutulis Rasulullah S.A.W yang terkenal ialah Abu Hanzalah bin Ar Rabie. Ketika peperangan Uhud meletus beliau baru saja dinikahkan. Oleh kerana itu Rasulullah mengecualikan beliau dari turut serta ke medan peperangan. Inilah cara Rasulullah untuk merayakan kebahagiaan sahabat baginda.

Namun ketika Hanzalah terjaga dari tidurnya, beliau mendengar gendang perang dibunyikan begitu kuat sekali. Melalui seorang sahabatnya beliau mendapat berita bahwa tentera Islam mendapat tantangan yang hebat. dan dalam keadaan terlalu genting. Tanpa membuang waktu lagi Hanzalah lalu memakai pakaian perang lalu mengambil pedang. Dia menuju ke medan tempur tanpa sempat mandi junub.

Maka terjadilah pertempuran hebat sehingga banyak dari pihak Islam yang gugur syahid. Pihak musuh telah menyerang dari belakang. Akhirnya Hanzalah turut menjadi korban dalam keadaan sedang junub. maka Rasulullah SAW pun melihat mayat Hanzalah dimandikan oleh para malaikat seperti mana tercantum dalam sabdanya: “Aku melihat diantara langit dan bumi para malaikat memandikan mayat Hanzalah dengan air dari awan di dalam bejana perak.”

Para sahabat tercengang-cengang mendengar ini. Salah seorang dari mereka, Abu Said Saidi lalu pergi melihat mayat Hanzalah. Wajah Hanzalah kelihatan tenang. Dari rambutnya kelihatan titisan air berlinangan turun. Sungguh beruntung Hanzalah mendapat layanan yang begitu istimewa dari malaikat. Tidak pernah terjadi dalam sejarah seorang syahid dimandikan dengan cara yang luarbiasa ini. Malahan matinya sebagai syuhada menjadikan ia sebagai penghuni syurga tanpa dihisab. subhanallah…

Merasai Kemanisan Iman

Dalam kehidupan setiap umat telah diberikan nikmat iman oleh Allah swt. Dalam mencari kedamaian dan keharmonian hidup seharian,sebagai umat Islam kita mestilah mempunyai prinsip yang murni dan sihat. Tingkatan kenikmatan dan kemanisan iman yang dikecapi oleh seseorang bergantung kepada prinsip hidupnya iaitu kasih kepada Allah dan Rasul-Nya mengatasi segala-galanya disamping kasih kepada manusia,dengan tujuan menuntut keredhaan Allah dan benci kepada kekufuran.

Sebagai manusia yang beriman,perkara kekufuran tidak seharusnya berlaku dalam kehidupan di dunia ini.Manusia yang tidak beriman akan selalu lupa kepada nikmat ciptaan Allah terhadapnya. Manusia yang tidak bersyukur akan menjadi kufur dan lupa akan tujuan mereka dihidupkan di dunai ini sebagai khalifahNya. Rasulallah saw menjelaskan dalam sabdanya yang bermaksud:

”Tiga perkara menyebabkan terasa kemanisan iman,Allah dan Rasul-nya hendaklah dicintai lebih daripada yang lain,mencintai manusia kerana Allah semata-mata dan benci untuk kembali kepada kekufuran sebagaimana bencinya seseorang jika dicampakkan ke dalam api neraka”(Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Begitu tingginya tahap kemanisan iman yang harus dicapai setiap umat Islam. Mukmin tersebut akan merasai betapa bahagianya hidup menjadi umat Islam yang beriman dan berada dalam ketenangan dan kedamaian,merasai keinginan dan kelazatan lidahnya dengan berzikir mengingati Allah swt. Al-Quran pula sebagai petunjuk yang sentiasa mendidik dan memberi pengajaran kepada semua manusia untuk dapat membentuk keimanan yang sempurna.

Pendidikan iman manusia diterapkan sejak manusia mengenal perkara baik dan buruk. Iman mendidik manusia mengenal dan meyakini adanya perkara-perkara ghaib yang wajib dipercayai melalui rukun iman seperti percaya kepada hari akhirat,qada dan qadar seta syariat Islam.

Keimanan antara lain memberi keyakinan bahawa manusia memerlukan pertolongan Allah dalam segala urusan duniawi dan ukhrawi. Iman memberi peringatan mengenai hukum Allah dan kewajipan mentaatinya.Iman mendidik manusia supaya mencintai Allah dan Rasulullah serta keluarganya(Ahlu Al-bait) dengan membiasakan diri dengan membaca al-quran. Iman memberi motivasi dengan semangat untuk terus tekun berusaha,supaya manusia tidak bergantung kepada takdir semata-mata untuk mencapai kejayaan hidup. Melalui iman yang mantap,ia akan mengingatkan manusia supaya tidak melupakan kepentingan hidup di akhirat ketika hidup di dunia ini. Firman Allah swt yang bermaksud;

”Dan carilah apa-apa yang dikurniakan Allah kepada(kebahagiaan)akhirat dan janganlah kamu melupakan kebahagian dari(nikmat)dunia dan berbuat baiklah sebagaimana Allah berbuat baik terhadapMu” (Al-Qasas:77)

Iman merupakan faktor paling penting yang mendidik dan membentuk sahsiah manusia yang teguh dan berakhlak mulia,berakal budi murni serta memperlihatkan teladan yang baik.

Wednesday, June 3, 2009

Saidina Muawiyah: Khalifah Yang Teraniaya

Rata-rata umat Islam di zaman mutakhir ini menganggap Saiyyidina Muawiyah r.a sbg pengasas monarki dalam Islam, seorang yang zalim, pemutar belit, pemberontak, ahli politik yang licik dan lain-lain. Tidak ada keburukan yang tidak dihubungkan kepadanya dan tidak ada pula sebagai penulis wahyu daripada ALLAH, seorang yang dikhususkan oleh Nabi saw dengan doa-doanya yang istimewa, tidak pernah dilucutkan jawatan gabenor yang disandang selama 20 tahun dan kemudian sebagai khalifah pula selama 20 tahun.

Soalnya siapakah yang memimpin armada pertama dalam sejarah Islam menentang tentera-tentera Rom? Siapakah pula yang telah menakluk Cyprus, Sicily, Rhodesia, Sudan, Qairawan dan Sind? Siapakah yang menyatupadukan kembali umat di bawah satu panji-panji dalam melancarkan jihad yang terhenti sekian lama berikutan perpecahan dan peperangan saudara yang berlaku di zaman pemerintahan Saiyidina Ali? Dimanakah Muawiyah yang diakui Rasulullah saw, para sahabat dan tabi’en sebagai seorang pemimpin Al-Mahdi, adil, amanah, berani, penyantun, berilmu dan contoh mithali dalam pentadbiran dan penyusunan kerajaan…?

Malangnya, keistimewaan dan keutamaan Muawiyah telah pun mendap ke bawah oleh sikap prejudis umat terhadapnya lantaran terpedaya dengan fitnah yang ditabur oleh musuh-musuh Islam dalam sejarah mereka semenjak zaman permulaan lagi. Benih-benih fitnah yang ditabur itu kemudian telah berakar umbi dan menunjang dengan kuat sekali di dalam taman sejarah kita, sehingga sukar untuk kita mencabut dan membersihkannya melainkan jika kita memiliki keupayaan besar dan bersedia untuk mengorbankan masa yang lama untuknya.

Keutamaan dan kelebihan Muawiyah terbukti di dalam Al-Quran yang menyebutkan kelebihan-kelebihan para sahabat r.anhum dengan banyak sekali dan juga di dalam hadith-hadith, dan atsar para sahabat dan tabi’en. Antaranya yang dinyatakan di dalam kitab sohihaini; Rasulullah saw bersabda; "tentera pertama dari umatku yang berperang dengan meredah lautan sudah pasti mendapat syurga." (Peristiwa perang pertama menerusi lautan telah berlaku pada tahun 28H, semasa pemerintahan Saiyidina Uthman di bawah pimpinan Saiyidina Muawiyah.)

Keutamaan yang lain: Beliau merupakan penulis wahyu, menunjukkan betapa tingginya kedudukan beliau dari kalangan sahabat-sahabat baginda saw, dan membuktikan betapa Rasulullah mempercayainya. Beliau telah didoakan oleh Rasulullah supaya menjadi seorang pemimpin yang terpimpin dan seorang yang diajarkan oleh Allah pengetahuan tentang Al-Kitab dan ilmu hisab, dijauhi azab dan lain-lain. Sebagaimana didoakan oleh Rasulullah supaya dimantapkan pemerintahannya. : “ya Allah jadikanlah dia seorang pemimpin yang terpimpin dan pimpinlah(manusia) dengannya” -(sohih tarmizi jld.2)

Rasulullah juga berdoa; “ya Allah ajarkanlah dia Kitab dan hisab dan peliharalah dia daripada azab”. Sebenarnya hanya segelintir sahaja daripada kalangan sahabat yang didoakan secara khusus oleh Rasulullah berkenaan hal itu.

Pernah beliau dicela di hadapan Saiyidina Umar, maka Saiyidina Umar pun berkata, "Janganlah kamu mencela anak muda Quraish ini. Dia adalah seorang yang boleh ketawa ketika marah (terlalu penyantun). Tidak boleh diambil apa yang ada padanya melainkan dengan persetujuannya dan tidak boleh diambil apa yang ada di atas kepalanya melainkan dari bawah dua tapak kakinya."

Namun sejarah ini telah diselewengkan melalui pakatan jahat diantara perancang-perancang yahudi dan majusi. Mereka menyebarkan propaganda yang memburukkan khalifah umat Islam pada masa itu. Kemudian mereka membunuh Amirul Mukminin Saiyidina Uthman.

Golongan ini jugalah yang telah menyebarkan fitnah di zaman Saiyidina Ali dengan berselindung secara berbaiah kepada Ali. Mereka jugalah yang memburuk-burukkan Saidina Muawiyah dan menuduhnya dengan bermacam-macam tuduhan liar sememangnya telah lama menjadi syiar pengikut Abdullah Ibnu Saba’, bahkan ada di antara mereka telah memakai topeng taqiyyah, berpura-pura sebagai sunni lalu melontarkan bermacam-macam fitnah.

Masakan seorang sahabat agong Rasulullah saw seperti Muawiyyah itu akan tergugat oleh tuduhan-tuduhan yang dilemparkan oleh musuh Islam itu. Seorang sahabat biasa Nabi saw pun tidak tergugat dan tercedera kerana riwayat-riwayat golongan ini walaupun ia dinukilkan oleh beribu-ribu Thobari dan Jazari, berjuta-juta Kalbi dan Waqidi.

Inilah sepatutnya menjadi pegangan kita. Bagaimana kita boleh persoalkan tentang orang-orang yang telah dita’dilkan oleh Allah swt sendiri dalam firmannya yang bermaksud : “dan demikianlah kami telah menjadikan kamu(sahabat) satu ummat(generasi) yang adil dan terpilih agar kamu menjadi saksi atas manusia dan Rasul pula menjadi saksi atas kamu.” (al-Baqarah : 143)